Friday, August 27, 2010

Sharing: Along The Road~

As I driving along the road on my way to the terminal, a woman sitting while holding her baby at the bus station caught my attention. It reminds me to one of the most popular authors in Malaysia about his life principle, “Erti Hidup Pada Memberi”. Out of sudden, my tears feel like to burst since it reminds me to my parent, especially my mother.

Today’s Stories

“Mom, how do you feel during your first pregnancy?” I asked my mother while both of us were sitting on the dining chair after we finished tidy-up the table after dinner.

“It seems like no word can describe exactly what my feeling during that time are. But one thing I’m pretty sure, I am so excited,” my mom replied, with a shining smile on her face.

I looked outside through the window. Most of the latest news reported in the newspaper disturbed my mind. A mental disorder father slaughter his own son, a drug-addict father pour acids onto his daughter, and many newly born babies disposed into the dustbin by their own mothers seems like a hot topic in the newspaper today.

Instead of proud with materials and technologies development in our country, I am sure most of us still not satisfied with it due to increasing of immoral cases. Setting up baby hatch, enforcement of laws and awareness campaigns about the dangerous of commit adultery seems like not work. Thus, is this the price that we have to pay for a dynamic development in our country nowadays?

“It is the government fault that failed to reduce these cases among the youngsters!” said one of the representatives from the opposition.

“Our education system is not good enough to create awareness among the teenagers so that they will stop themselves from involve with such immoral activities!” said another.

“We should include sex education in our education system!” proposed by one of the ministers.

“Instead of just bring the mother to the court, we also need to find the father by conducting a DNA test!” added by the others.

Most of the solutions proposed are just to punish the committers. Most of the comments given seem like to blame each others. No proper meeting. No consent agreement from all parties. Everyone wants to speak out their views. Everybody wants to say that they are the heroes. No one wants to listen. As a result, the numbers of immoral cases keep on rising from day to day. After all, most of these people just speak for their own political essence. And after sometimes, this matter will no longer been discussed. After few months, all these cases are considered as successfully solved!

Give More, Take Less

We cannot wait for the government to settle down this problem. It’s our responsible too. Who are the committers? They are among our community. We are closer to them. Do as much as we can. Be close to them so they will close to us. Treat them as how you want them to treat you. That is the golden rules of life.

Some of my friends did tell me that lack of religion knowledge is the root cause of this problem. Yes, I did admit that. We can see that most of us today are quite busy with our own business. You go along with your own way, I with my own way. Or maybe, no money no talk! As easy as that!

As long as you perform your five times daily prayer, fasting during the month of Ramadhan, that is good enough. Do your work with all your heart. At the end of the month, get your salary. That’s it. Is that the only purpose Allah create us to live in His world?

When someone ask us to do them a favour, we’ll think twice or maybe triple before we agree to do so. When someone asked us do we want to have extra money, we will nod our head immediately. Today’s life has been conquered by “ringgits” and “cents”. In the other words, the purpose of life today is for monetary factors. No more love. No more attentions. No more kindness. It’s all about money. It’s all about positions.

“We live to give as much as we can. Not to take as much as we want to.”

This is one of the most popular quotes that I heard from my favourite radio station, ikim.fm. In addition to that, they did mention that this is one of the sources of happiness. And I also do believe that, to preach is easier than to do. But, we still can make our effort to practice this in our daily life.

Be Optimist

“How do I can help them if I am also not that good?”

I do believe that this question always trigger our mind whenever we do have an intention to help those unfortunate people. Lack of knowledge, do not know what exactly to advice, fear of the same thing might happen to ourselves, they might replied us that we’re not in their shoes, are some of the obstacles that we have to face.

My dear, this is the real world. Everything that we do, we have to face what do we called as problems. And it is depend on us either we want to overcome the obstacles or to be the slaves of it. If we choose the second option, we’ll never do anything at last!

From one of the books written by Steve Chandler, he did mentioned that the optimist always does a little something. She or he always takes an action and always feels like progress is being made. Let us be the optimist one! =)

Conclusion

I finally arrived at the terminal at 8.21 am. I still clearly remember the woman sitting at the bus station holding her baby with a face full with loves. I believe that she’s waiting for the bus with patient and without any mumbles. I always pray that Allah will grant me with strength and to always fill my heart with loves, cares and respects eternally.



~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~

Wednesday, August 18, 2010

Sharing: Kisah Ramadhan~

Alhamdulillah... Setinggi-tinggi kesyukuran dirafakkan ke hadrat Illahi kerana memberikan saya kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan sekali lagi... Saya teringat akan satu sabda baginda Rasulullah saw yang pernah saya dengar melalui siaran ikim.fm ketika dalam perjalanan pulang dari terminal,

"Seandainya saja umatku mengetahui keistimewaan Ramadhan, sudah pasti mereka mengharapkan sepanjang tahun mereka adalah bulan Ramadhan..."

Daripada sabda itu, sudah pasti terlalu banyak keistimewaan Ramadhan sehingga Rasulullah saw turut menyatakan demikian. Dan sudah pasti, seharusnya kita sebagai insan yang mengaku umat baginda perlu berusaha merebut segala peluang dan anugerah yang telah Allah sediakan buat hamba-Nya sepanjang bulan Ramadhan ini.

Mencari Ibrah

Ramadhan ini hakikatnya mempunyai fasa tersendiri. Bermula dengan sepuluh hari yang pertama, yakni fasa RAHMAT, diikuti sepuluh hari yang kedua, kita diberikan satu fasa yang dinamakan PENGAMPUNAN dan sepuluh hari yang terakhir dinamakan fasa PELEPASAN DOSA. Subhanallah... Sungguh pemurah Pencipta kita, tatkala kita yang mengaku hamba-Nya terkadang terlepas pandang akan segala kewajipan yang telah diperintahkan, Dia masih lagi mahu menyediakan kepada kita satu jalan pulang. Jalan pulang untuk menuju kepada-Nya dalam keadaan sebersih-bersih insan, bersih dari segala detik-detik kelam yang menggelapkan hati dan jiwa, yakni dosa.

Pernah suatu ketika, usai pulang dari halaqah bersama seorang sahabat dari Universiti Tun Abdul Razak cawangan Kuching, saya hampir menghamburkan segala kata-kata yang tidak sepatutnya tatkala tempat letak kereta saya diambil oleh pemandu lain secara tiba-tiba. Masakan tidak, hampir 15 minit saya menunggu untuk mendapatkan tempat letak kereta tersebut, dan saya juga telah memberikan signal untuk masuk ke dalam tempat tersebut, seorang pemandu lain yang baru datang terus memotong dan memakirkan kenderaannya di tempat tersebut. Mujur Kak Farhana yang berada di sebelah menyedari perubahan pada air muka saya menawarkan bantuan untuk pergi membelikan barang yang saya hajati, sementara saya menunggu di dalam kereta. Sementara menunggu beliau, saya masih lagi berada di kawasan tersebut untuk mencari tempat letak kereta yang lain di kawasan berdekatan. Dan setelah lima-enam pusingan, akhirnya ada sebuah kereta yang hendak keluar, dan tatkala saya hendak membelok masuk, Kak Farhana telah selesai membelikan barang tersebut. Subhanallah... Di sebalik peristiwa tersebut, rupa-rupanya Allah memberikan peluang untuk kita melakukan secebis kebaikan biarpun hanya dengan memberikan tempat memakirkan kereta untuk orang lain.

Rentetan peristiwa tersebut, saya semakin percaya, Allah mentarbiyah kita dengan pelbagai cara dan melalui pelbagai peristiwa. Andai sahaja saya mengambil keputusan keluar dari kereta dan memarahi pemandu yang mengambil tempat parkir itu, masih terjagakan puasa saya ketika itu? Ataukah, saya mungkin hanya memperoleh sekadar lapar dan dahaga? Sungguh, sangat benarlah bicara-Nya dalam Surah Ali-Imran ayat 142 yang bermaksud,

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar."

Sesungguhnya, PERCAYA dan YAKIN itu memainkan peranan yang sangat penting dalam usaha kita mahu mendasari segala perkara yang kita lakukan dengan Dia yang kita imani. Pernah sekali, saya terperangkap dalam kesesakan yang agak teruk, dan saya seperti hampir putus asa untuk sampai ke terminal sebelum jam 830 pagi. Meskipun begitu, kalimah rabbi yassir wala tua'ssir tidak putus-putus dari bibir saya sepanjang perjalanan. Dan kerana kepercayaan itu, saya akhirnya sampai ke terminal, tepat-tepat pada jam 830 pagi. Ternyata seawal pagi itu, saya telah mendapat satu lagi tarbiyah yang membuatkan saya terfikir, betapa besarnya kuasa PERCAYA dan YAKIN dengan Allah swt. Mungkin selama ini kebanyakan kita cukup terbiasa dengan kata-kata tentang perlunya meletakkan kepercayaan itu, tetapi hakikatnya menyamatkan kepercayaan itu ke dalam hati kita pada setiap waktu dan ketika memerlukan satu usaha yang bukan sedikit. Benarlah, Allah jualah sebaik-baik penolong...

"Demikianlah, dan barang siapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya lagi, pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun."
[22:60]

Keperluan dan Tujuan

Di kala Ramadhan ini, pasti sahaja kebanyakan kita sedaya upaya berusaha untuk melakukan pelbagai amal kebajikan memandangkan kaifiat Ramadhan yang terlalu besar dan amatlah rugi seandainya Ramadhan itu dibiarkan berlalu begitu sahaja. Dan pastinya lebih indah seandainya segala yang dilakukan itu dapat dikekalkan sehingga bila-bila waima Ramadhan itu telah berakhir kerana kita ini adalah hamba Rabbani, bukan hamba Ramadhani.. Saya agak tertarik dengan perkongsian di Halaqah Sentuhan Qalbu semalam, yang membawakan tajuk 5 Minit Aje. Biarpun tajuknya seolah-olah agak ringan, ternyata kata-kata daripada salah seorang ahli panel rancangan tersebut cukup membuatkan hati saya sangat terkesan.

Kebanyakan kita sentiasa berusaha sehabis mungkin demi untuk melengkapkan segala keperluan, baik yang bersifat peribadi mahupun untuk kepentingan ramai. Saya juga yakin, hampir semua ibu bapa yang bekerja dengan tujuan untuk memenuhi segala keperluan keluarga, lagi-lagi anak mereka. Namun, berapa ramai di kalangan kita yang berusaha untuk memenuhi keperluan kita seiring dengan usaha untuk mencapai tujuan hidup yang utama? Ya, saya sendiri mengakui adakalanya saya terlalu fokus untuk mengejar keperluan untuk hidup sehingga saya terlepas pandang akan tujuan hidup yang sebenar.

Kita selaku insan, lagi-lagi yang sudah bekeluarga seharusnya berusaha untuk menyedarkan anak-anak kita tentang di samping perlunya kita berusaha untuk mencapai kecemerlangan hidup, tujuan utama kita hidup ini haruslah dinyatakan dan dijelaskan kepada mereka. Peruntukkanlah, setidak-tidaknya hanya 5 minit untuk menyuntik satu rasa ke dalam hati-hati yang masih suci ini tentang tujuan utama penciptaan kita di dunia ini sebagaimana yang telah difirmankan Allah dalam Surah Az-Zariyat ayat 56,

 "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."



Bagi yang masih belum berkeluarga, berusaha menyelitkan sesuatu yang mungkin boleh menyatakan secara tidak langsung akan kepentingan tujuan di samping keperluan ini dalam perbualan seharian kita adalah salah satu cara untuk membuatkan detik perbualan 5 minit itu menjadi sesuatu yang berharga. Mungkin, sesetengah mereka tidak mengambil sebarang iktibar, atau mungkin juga kita akan ditentang, tetapi kebarangkalian untuk mereka untuk berfikir tentang tujuan itu tetap ada. Kerana Allah ada menyatakan juga dalam Surah Az-Zariyat ayat 55,

"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman."

Penutup

Ramadhan kita hari ini cukup mudah. Bagi yang bekerja, adanya bazar Ramadhan memberi satu kemudahan untuk membeli juadah bagi keperluan berbuka puasa. Bagi yang mencari sumber pengisian rohani yang bermanfaat untuk pembangunan jiwa, saluran radio ikim.fm menyediakan pelbagai juadah yang menjadi halwa telinga hampir setiap masa.

Suatu ketika, demi memastikan syiar Islam terus tertegak, mereka tetap berjuang meskipun sedang melaksanakan rukun Islam yang ketiga. Seawal 2 Hijrah, umat Islam telah berjaya mencerminkan kekuatan umat Islam melalui Perang Badar pada 17 Ramadhan. Tentera pimpinan Salahuddin Al-Ayubi berjaya mengusir tentera Salibiyyah dari Baitul Maqdis menerusi Perang Salib pada tahun 648 Hijrah. Tentera Islam pimpinan Sultan Saifuddin Al-Qutuz dari Mesir memenagi Perang Ain Jalut pada tahun 658 Hijrah dan berjaya menawan Kitbuqa Noyen biarpun pelbagai khazanah ilmu dari Baitul Hikmah telah dibuang ke dalam Sungai Furat sehingga airnya bertukar menjadi warna hitam. Tentera Uthmaniah pimpinan Ahmad Mukhtar Basya berjaya mengalahkan tentera Rusia biarpun dengan kekuatan 34 000 tenaga berbanding dengan tenaga pihak lawan sebanyak 740,000 dalam Perang Yakhliz pada tahun 1294 Hijrah.

Mereka di suatu ketika begitu dahagakan air-air syurga sehingga berjaya membawa naik nama Islam dan terus menjadi sebutan pada hari ini biarpun ketika itu sedang melaksanakan ibadah puasa di kala Ramadhan. Di mata mereka sudah tergambar keindahan syurga sehingga mereka buta akan kenikmatan hidup dan habuan dunia.  Mereka menjadikan puasa itu sebagai satu kekuatan, bukan punca kelemahan. Dan kita, di mana kita pada hari ini? Mampukah kita mencipta dan mewarnai satu corak sejarah demi mengukir satu sinar gemilang Islam untuk tatapan generasi kemudian?

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
[33:35]



 

~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~

Thursday, August 5, 2010

Puisi: Kenape ye?

Agak-agaknye, kenape ye?
Bila rasa nak sesuatu
Siang dan malam dahi bersujud
Tanpa ada rasa letih dan penat
Tapi setelah hajat tercapai
Boleh pulak kita rasa malas nak bersujud
Rasa penat, letih dan malas membuak-buak
Agak-agaknye, kenapa ye?

Agak-agaknye, kenape ye?
Kalau dulu di kampus
Sangat senang nak berpuasa sunat
Tapi...
Selepas dapat kerja dan berkeluarga
Macam-macam pulak alasan kita
Agak-agaknye, kenape ye?

Agak-agaknye, kenape ye?
Masa kecik-kecik dulu
Kita rasa bahagia dengan ibu bapa
Bila dah besar dan berjaya
Nak tunjuk muka setahun sekali pun cukup seksa
Sampai ibu dan bapa menangis terkenangkan kita
Agak-agaknye, kenape ye?

Agak-agaknye, kenape ye?
Masa kita darjah satu, dua dan tiga
Hampir setiap hari Al-Quran dibaca dan dibuka
Tapi sejak dah bergelar teruna dan dara
Hatta nak sentuh pun cukup sukar rasanya
Agak-agaknye, kenape ye?

Agak-agaknye, kenape ye?
Dulu masa hidup susah dan sengsara
Senyuman kita terukir di wajah hampir setiap masa
Tak kira dengan yang miskin ataupun kaya
Tapi bila sudah bergelar orang besar dan ternama
Senyuman kita hanya untuk mereka yang setaraf saja
Agak-agaknye, kenape ye?


Agak-agaknye, kenape ye?
Dulu masa zaman belajar dan menimba ilmu di menara gading
Halaqah dan usrah kita akan hadiri hampir setiap masa
Tapi sejak dah bekerjaya dan mencapai cita-cita
Waima majlis agama dan tazkirah ringkas cuma
Kita langsung tiada masa untuk mendengarnya
Agak-agaknye, kenape ye?

Agak-agaknye, kenape ye?
Masa dulu kita mampu berkorban demi dakwah dan agama
Tapi bila kita dah mula berjaya
Satu-persatu kita lupa
Kita tak ingat bahawa semuanya adalah nikmat dari Yang Esa
Kita alpa bahawa semuanya adalah limpahan kurnia-Nya
Kita lalai dari jalan yang sebenarnya
Kita jauh dari Pencipta kita
Agak-agaknye, kenape ye?

2.30 pm
05 Ogos 2010
Theme song: Mutiara Hati (Ingatlah Allah)

~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~

Monday, August 2, 2010

Sharing: Satu Rindu~

Sedar tak sedar, bulan Ogos telah membuka tirainya. Begitu juga, tanpa disedari, Syaaban sudah hampir melabuhkan tirainya, dan pastinya Ramadhan bakal kunjung tiba. Dengan rasa hati yang mungkin agak excited, kerana sejak dari usia 13 tahun, inilah kali pertama saya bakal menyambut Ramadhan selama sebulan penuh di sisi keluarga tersayang.

Di sisi keluarga yang punyai talian darah, saya turut berasa rindu dengan keluarga yang pasti punyai talian akidah dan fikrah. Sungguh, di celah-celah kesibukan menjalani latihan industri di sini, tipu kiranya andai saya katakan rasa rindu itu tiada. Mendengar lagu dendangan UNIC yang bertajuk Kau Kawan, Sahabat dan Teman adakalanya membuatkan air mata saya menitik sendiri, jatuh ke pipi tanpa saya sedar. Sungguh, saya rindu! Dan kerana rindu itu, saya tahu saya perlu kuat, meyakini sepenuh hati bahawa ini adalah satu tarbiyah, bahawa kita takkan kekal selamanya berda di "comfort zone". Mujurlah, peluang untuk berhalaqah bersama Dr Sadiah adalah satu peluang untuk saya membina satu lagi jalinan ukhuwah, melepaskan satu rindu yang sudah lama terpendam.

Beriftar bersama para sahabat di UTP pastinya satu kenangan yang akan mendidik saya untuk lebih menghargai teman-teman seperjuangan di sisi. Mungkin semasa menjalani latihan industri inilah, saya akan diberikan satu ibrah, agar belajar untuk mengungkapkan dan memaknakan sebenar-benarnya istilah "ukhuwah fillah".



Semoga rindu yang sentiasa terasa di sanubari ini menjadi satu inspirasi buat saya, agar lebih memaknakan satu jalinan yang dinamakan ukhuwah, menghargai mereka yang bernama sahabat, dan menyayangi mereka kerana dasar fillah.


~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~

Wednesday, July 21, 2010

Ketika Allah Memilihmu Untukku~

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani.

Sekadar mahu berkongsi, satu nukilan yang saya kira agak menyentuh jiwa. Semoga kita sama-sama bisa menghayati segala makna yang tersurat mahupun yang tersirat di setiap bait-bait nukilan ini. 


Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..


Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi 'kita'..


Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta'ala..


Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah..
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..


Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..


Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..


Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..


( Oleh Aztriana 180610/ 01'50 Makassar.. ^_^v )

 ~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~

Thursday, July 15, 2010

Isyarat~

Alhamdulillah... Segala puji buat Allah, Tuhan sekalian alam. Hari ini sudah masuk minggu yang keenam saya menjalani latihan industri. Dan pastinya, masih ada baki 26 minggu lagi untuk menamatkan latihan industri. Dan dalam enam minggu ini juga, pastinya sedikit sebanyak pengalaman menghadiri segala kursus dan latihan, di samping terlibat dengan projek-projek syarikat membuatkan saya mula belajar untuk mengambil ibrah dari segala aktiviti yang saya lakukan. Semakin saya mendalami akan segala tujuan latihan dan projek yang dilakukan di sini, semakin meningkat keyakinan saya terhadap ajaran Illahi, dan semakin bertambah keinginan saya untuk terus belajar melihat dari sisi pandangan anak-anak ukhrawi, bukan sekadar memaknakan duniawi. Semoga dipermudahkan, Insya Allah...

Memahami ISO 9001:2008

ISO  merupakan akronim kepada International Organization of Standardization merupakan satu praktis untuk mengawal kualiti pengeluaran ataupun perkhidmatan. Mengambil makna iso dari Greek yang bermaksud equal ataupun sama, ISO juga bertujuan untuk memastikan setiap perkhidmatan ataupun pengeluaran produk yang kita lakukan memenuhi ciri-ciri piawaian standard yang telah ditetapkan. Secara asasnya, ISO 9001:2008 ini lebih menekankan kepada piawaian yang perlu dipenuhi dalam memastikan sistem pengurusan dan organisasi sesebuah syarikat mencapai kualiti yang telah ditetapkan. Pastinya, pelbagai usaha diambil bagi memastikan syarikat tersebut mencapai standard ataupun piawaian yang telah ditetapkan kerana ISO itu melambangkan kualiti dan secara tidak langsung memberi impak kepada imej sesebuah syarikat dan organisasi.

Berbicara soal kualiti, saya terfikir alangkah indahnya andai setiap insan di muka bumi ini sentiasa berusaha untuk mencapai piawaian standard yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Hal ini kerana natijah dari keupayaan kita untuk mencapai tahap ISO yang telah ditetapkan oleh Allah akan berkekalan buat selama-lamanya, dan keindahan balasan syurga buat hamba-Nya yang berjaya mencapai tahap tersebut pastinya tidak akan pernah tergambar oleh kita. Allah telah memberikan janji-Nya buat semua hamba-Nya, tidak kira yang lelaki mahupun wanita dalam Surah An-Nisa' ayat 124 yang bermaksud,

"Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun."

Ya, kita kebanyakannya alpa kerana tidak berupaya melihat di mana Allah yang sentiasa mengawasi setiap inci pergerakan dan perbuatan kita setiap hari. Kita lebih takut akan hamba-Nya yang mempunyai kuasa untuk mendakwa kita di atas segala kesalahan yang bisa dilihat ataupun dikenal pasti oleh mata kasar. Paling mudah, lihat sahaja contoh di lampu isyarat. Kita akan berhenti apabila lampu berwarna merah dan hanya bergerak setelah lampu bertukar hijau. Memang terdapat juga mereka yang berani melanggar peraturan ini biarpun mempunyai risiko untuk dikenakan saman trafik, tetapi jika dibandingkan dengan jumlah mereka yang mengabaikan perintah solat lima waktu, yang mana lebih ramai? Kesalahan manakah yang mempunyai potensi yang lebih besar untuk tidak dipatuhi? Tepuk dada, tanyalah iman! Dan sesungguhnya firman Allah dalam Surah Al-Kahfi ayat ke 54 perihal sikap manusia yang suka membantah perintah-Nya tersangatlah benar, lagi-lagi dalam keadaan umat akhir zaman ketika ini.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Qur'an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah."

Non-Destructive Testing (NDT)


Projek ini merupakan salah satu daripada usaha pihak syarikat untuk memenuhi peraturan yang ditetapkan oleh Department of Occupational Safety and Health (DOSH). Projek yang menggunakan teknik acoustics emission ini menggunakan prinsip Kaizer masih lagi dijalankan sehingga kini. Ini bertujuan untuk mengukur ketebalan tangki setelah bertahun-tahun beroperasi selain untuk mengesan segala cracks and defects inside the tanks. Apa yang menarik, teknik ini menggunakan prinsip materials will release a sound if there is any unstable condition. Dan prinsip inilah yang membuatkan saya terfikir dan terus mengaitkannya dengan realiti dunia hari ini.

Kita selalu dikejutkan dengan bencana alam yang kelihatannya agak luar dari kebiasaan akhir-akhir ini. Terbaru, Rusia dilanda cuaca panas dan kemarau teruk dan menurut laporan akhbar, ini adalah yang terburuk sejak 130 tahun yang lalu. Kepanasan terik melanda Rusia sehingga suhu negara tersebut mencecah 40 darjah celsius.

Baru-baru ini juga, tumpahan minyak ekoran berlakunya letupan pelantar minyak milik syarikat British Petroleum (BP) telah membawa bencana alam yang sungguh dasyat di Teluk Maxico, Amerika. Bukan sekadar Amerika, perairan di luar Amerika turut terkesan dengan musibah ini dan pastinya presiden Barrack Obama, di samping ketua BP, Tony Hayward adalah orang yang paling teruk terjejas rentetan dari kejadian ini. Dan pastinya, selain para nelayan yang bergantung hidup dengan sumber lautan, makhluk Allah yang berhabitat di kawasan ini pastinya antara golongan yang terancam.

Credit to beritasemasa.com

Enam tahun yang lalu, seluruh dunia dikejutkan dengan tsunami yang melanda dengan sungguh hebat pada tanggal 26 Disember 2004. Beberapa kawasan di Utara Semenanjung Malaysia turut terkena tempias musibah tersebut, selain kawasan Sumatera, Indonesia yang hanya tinggal ibarat padang jarak padang terkukur. Gempa yang hanya berlaku selama lapan minit itu, dengan kekuatan Ritcher 9.1 telah mematikan lebih kurang 230, 000 jiwa dan menaikkan paras air dunia sedalam beberapa kaki dengan begitu drastik sekali.


Itu hanya beberapa contoh dari ribuan isyarat Tuhan kepada kita. Sebagaimana NDT, musibah alam ini juga adalah satu medium untuk bumi ini berkomunikasi dengan kita, mengatakan bahawa ada ada perkara yang tidak kena telah kita lakukan. Perkara-perkara yang melanggar perintah Pemilik Mutlak alam ini telah kita laksanakan. Hukum Tuhan telah kita abaikan. Dan pastinya, makhluk Allah lain yang sentiasa bertasbih memuji-Nya turut terluka melihat kita gagal dalam melaksanakan tanggungjawab kita sebagai khalifah yakni pentadbir alam amanah Tuhan ini.

Penutup

Tanpa sedar, segala yang kita lakukan, baik untuk tujuan industri ataupun berkaitan dengan dunia pekerjaan kita, semuanya kita lakukan berpandukan hukum dan fitrah alam semulajadi. Namun sayang, hanya sedikit dari kalangan kita yang menyedari akan hal ini. Kita lupa, kita alpa, bahawa alam ini ada pengakhirannya. Dan kerana Allah tahu akan hamba-Nya seringkali alpa akan peringatan dari-Nya, Dia telah mengirimkan kita isyarat, melalui bicara alam kepada kita.

Semoga kita semua senantiasa berada di bawah lindungan-Nya, di bawah naungan rahmat-Nya, dan sama-samalah kita berdoa, agar kita sentiasa beringat dan mengambil ibrah dari segala kejadian ciptaan-Nya.

"maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada."
[22:46]

~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~

Tuesday, July 13, 2010

Metafora~

Tatkala saya dalam keadaan yang tidak berapa menentu sejak akhir-akhir ini kerana kesihatan berada pada tahap yang kurang memuaskan, ternyata semua ini ada berlaku dengan ada hikmah yang mengiringinya. Dan sebentar tadi, tatkala saya sedang berbincang sesuatu dengan Supervisor saya di IOTM ini, seorang sister menghadiahkan saya sebuah lagu yang saya kira sangat hampir dengan perjalanan kisah saya di suatu ketika dahulu. Untuk sister tersebut, thanks a lot. I love you till the end of time =)

Sekerat akar mampu kuhulur padamu
Di saat dikau terkapai dan kelemasan
Di arus hidup yang tinggal sejengkal cuma
Katamu kau tak bisa berenang ke sana

Engkaulah teman tanpa sangsi dan curiga
Setelah aku mendengar lirih ratapmu
Harumnya sekuntum melati di embunan pagi
Sewaktu kita melewati sebidang tanah perkebunan
Persahabatan

Tersasar aku di dalam mentafsir
Aksara jujur dan ketelusan yang terpamer di wajahmu
Terlalu naif untuk ku fahami
Metafora puisi dusta dan personafikasi

Sukarnya untuk aku membuktikan
Kebenaran yang berpihak padaku
Kerna peluang langsung tiada padaku
Sedarlah aku erti senyuman
Ada dendam yang tidak pernah padam
Pada lirik matamu ada pedang tajam yang merejam
Ohh….

Terima kasih atas pengalaman itu
Mengajak aku kembali mengenal diri
Terpaksa lagi menyusuri jalan-jalan sepi
Masih bisakah kutemui sekuntum melati mewangi yang tidak berduri


p/s: Lagu ini dinyanyikan oleh penyanyi lelaki yang menamakan diri mereka Nice.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
[2:214]




~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~