Saturday, November 20, 2010

Khabar Hari Ini~

Alhamdulillah, tanpa disedari sudah lewat minggu ke-24 saya menjalani latihan industri. Semoga baki lapan minggu ini bakal terisi dengan pelbagai lagi aktiviti yang bermanfaat untuk dijadikan panduan dan pedoman di masa akan datang.

Adakalanya, dalam kondisi kesihatan sebegini, saya sering terfikir akan beberapa perkara. Mungkin bagi segelintir pihak, ianya tidak relevan atau tidak sesuai. Tetapi, apabila difikirkan kembali, mungkin ada kebenarannya juga.

Kadangkala, kita sebagai insan terlalu selesa dengan nikmat tilam yang empuk dan selesa sebagai tempat pembaringan di malam hari. Namun hakikatnya, sementara menanti pertemuan seterusnya di Padang Mahsyar, liang lahat yang berlantaikan tanah semata-mata itulah tempat tidur kita.

Tidak dinafikan, naluri kita sebagai insan adakalanya menginginkan kereta-kereta mewah dan berjenama sebagai kenderaan. Tetapi hakikatnya, di saat jasad kita dibawa ke kuburan, keranda itulah kenderaan yang bakal kita naiki dengan usungan daripada insan-insan yang masih lagi bernyawa.

Sesekali, mungkin pernah terbit rasa riak di hati tatkala menggayakan pakaian baru yang berjenama ketika melintas di hadapan rakan-rakan. Tetapi realitinya, pakaian terakhir yang kita pakai sementara menanti saat tiupan sangkakala yang kedua hanyalah sekadar kain kapan putih tanpa corak dan warna.

Adakalanya, terbit rasa bangga apabila rumah kediaman yang kita diami tersergam indah bagaikan sebuah istana. Sedangkan hakikatnya, rumah terakhir kita nanti hanyalah sekadar kuburan yang di atasnya hanya bertiang dua.

Tatkala diri mungkin dinobatkan dan diberikan beberapa anugerah dan pingat, kita seringkali lupa bahawa apabila tiba saatnya nyawa terpisah dari jasad, hanya almarhum sahaja gelaran yang berkekalan diberikan buat kita sehingga tiba saat perhitungan segala amalan.

Pasti akan ada yang mengiyakan, bahawa mereka pernah merasa bangga dengan kecantikan dan kekacakan wajah masing-masing. Sedangkan, di saat jasad tertanam di dalam liang lahat, kecantikan dan kekacakan itu sudah tiada lagi gunanya, kerana semuanya sudah bertukar menjadi tengkorak yang langsung tidak mencerminkan kecantikan dan kekacakan itu lagi.

Marilah sama-sama kita melihat dan mengkoreksi diri, kerana hakikatnya dalam kehidupan ini, tiada satu pun perkara yang abadi. Dan di saat kita pergi menghadap Illahi, hanyalah 3 perkara yang kekal  bermanfaat buat diri kita yakni:

1. Ilmu yang bermanfaat.
2. Sedekah jariah.
3. Anak-anak yang soleh & solehah.

Allah telah berjanji, segala kebaikan itu takkan pernah sia-sia.

Allah telah berjanji, segala kebajikan itu pasti dalam hitungan-Nya.

Allah telah berjanji, segala amal itu pasti akan ada ganjaran-Nya.

Apa yang penting, ikhlaskan niat. Ikhlaskan hati. Biar apapun yang terjadi.

Kerana Rasulullah pernah bersabda,

"Innamal a'malu binniat"

Hanya segala amal adalah dengan niat...

Dan Allah pula telah berjanji dalam surah An-Naml ayat 89 & 90, segalanya akan dibalas, pada suatu hari yang mana hanya Dia yang tahu masa dan saatnya...

"Barang siapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari kejutan yang dahsyat pada hari itu. Dan barang siapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan."

Justeru, marilah sama-sama kita bertanya pada diri,

Apa khabar iman saya pada hari ini?

~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~

Thursday, November 18, 2010

Short Notes: Usia~

Due to eyes infection, I need to meet the medical practitioner today. Hopefully, I'll get well soon, InsyaAllah~

Alhamdulillah, semalam berlalu dengan begitu indah. Bermula dengan kedatangan my usrahmates, saya dikejutkan dengan rombongan tiga buah kereta dari akhawat UNIMAS. Subhanallah, indahnya ukhuwah~ :)

Tatkala itu, saya teringat akan beberapa persoalan yang dilemparkan oleh Umi semasa program qiam jamaie akhawat beberapa minggu yang lalu.

Jika direnungkan sedalam-dalamnya,

Berapakah usia kita?

Sudah berapa lamakah kita di medan dakwah?

Ataukah kita hanya di pinggir medan saja?

Apakah yang mahu kita wariskan kepada generasi kita akan datang?

Adakah harta?

Adakah nama?

Adakah pangkat?

Sedarkah kita, bahawa masyarakat kita semakin tenat?

Dan apakah masa depan anak cucu kita?

Marilah kita sama-sama bermuhasabah~

Saya sangat tertarik dengan petikan kata-kata Abu Hamid Al-Ghazali yang berbunyi,

"If you busy with yourself now, you will busy with yourself then. If you busy with God now, He will be with you then..."

Jangan sampai kita dimusnahkan sebagaimana umat-umat terdahulu kerana mengingkari perintah-Nya. Kita yang beragama Islam ini hakikatnya insan-insan yang terpilih, dan jikalau kita tidak melakukan tugas kita untuk menegakkan agamanya, Dia berupaya menggantikan kita dengan yang lain dalam sekelip mata...

"Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian."
[4:133]



~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~

Tuesday, November 16, 2010

Salam AidilAdha~

"Sir, please register here. May I know who's beside you?" asked one of the ship crews once I entered the cargo ship carrying LPG products to our LPG Terminal Supervisor. During that moment, I went to the ship in order to watch the real procedures prior to LPG discharging can be proceeding.

"Oh, she is our new manager. She will replace the current manager soon," he answered with a smile on his face. I just smile and look to the other side of the ship.

"Madam, please write your name here," said the Viatnamese ship's crew with respectful voice. And this time, I can't avoid myself from smiling in front of others anymore. Hehe~

"Sir, please register the lady beside you as well," requested one of the seamen from Orkim Leader during ULG 97 and ADO receiving few weeks ago.

"OK. She is our assisstant loading master," answered Mr. Richard, the loading master and operation supervisor of bulk terminal.

And both the shipmen nod their head like the Japanese style to me. And of course, I just smile. Haha~

That is one of the normal conversation whenever I go to the ship prior to receiving process can be proceeded. New manager and assisstant loading master, that are lists of new position of mine that always been mentioned by both terminal supervisors whenever I put my feet on the ships. =D

So my dear readers, please pray that it will become a reality soon =D

Opps.... Apakah tujuan entry di atas?

Hehe, sekadar pembuka bicara.. =D Bu yao sheng qi~~

Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan,

SELAMAT MENYAMBUT HARI RAYA KORBAN

kepada seluruh umat Islam. Semoga kita sama-sama dapat belajar dan mengambil ibrah daripada kisah pengorbanan para anbiya' dan sahabat dalam menegakkan syiar Islam.

p/s: Teringat SMS daripada salah seorang sisters, pertama kali bukan semasa exam~~ =D


~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~

Friday, November 12, 2010

Renungan: Berubah~

Berubahkah aku...
Hanya bila ada sesuatu?



~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~

Tuesday, November 9, 2010

Sharing: Dia Terlalu Dekat~

Saya keliru...

Dan dengan lembut, dia yang bergelar kakak itu berkata,

"Fikir dengan sebaik-baiknya. Jangan ikut emosi dan nafsu..."

Dan dia menyambung lagi,

"Bukalah tafsir.. Baca surah ke-2 ayat ke-186 dan surah ke-40 ayat ke-60..."

Saya terdiam.

Dan perbualan itu berakhir dengan salam...

Perbualan terindah yang saya rasakan. Membawa kepada satu ketenangan. Melonjakkan keyakinan. Saya capai tafsir. Saya selak helaiannya dengan perlahan. Dan, saya terkesima...

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
[2:186]

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina".
[40:60]


Dia terlalu dekat...

Dia terlalu dekat...

Dia terlalu dekat...

Sesungguhnya doa itu memberikan kekuatan buat yang lemah, memberikan keberanian kepada yang takut, dan menjadikan yang tidak percaya itu percaya...

Subhanallah!





~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~

Wednesday, November 3, 2010

Sharing: Lelaki & Wanita Hebat~

Alhamdulillah...

Sekarang saya dalam mood terharu bercampur gembira setelah mendengar khabar rasmi dari my dearest sister ;)

Jika tiada aral, InsyaAllah I'll be there ;)

Sekadar ingin berkongsi sesuatu, untuk renungan kita bersama. Pengisian yang saya kira agak bermanfaat semasa menjadi salah seorang fasilitator untuk program Nur Sejahtera Remaja.

Lelaki Hebat vs Wanita Hebat

Anda lelaki hebat?

Mari bermuhasabah. Adakah terdapat ciri-ciri ini dalam diri anda?

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
[4:34]

Adakah anda pemimpin, andai mengajak si gadis menuju jalan ke neraka?

Adakah anda pemimpin, andai aurat anda yang tidak sekompleks kaum hawa itu pun masih belum ditutup dengan sempurna?

Adakah anda pemimpin, andai anda berani mengajak si gadis melakukan maksiat?

Adakah anda pemimpin, andai nafsu sendiri pun tidak terjaga dan tidak terkawal?

Adakah anda pemimpin, andai matlamat hidup anda masih belum jelas dan sempurna?

Adakah anda pemimpin, andai asas fardhu ain diri anda masih belum cukup sempurna?



Anda wanita hebat?

Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud :

“Apabila seorang wanita (isteri) itu telah melakukan sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga maruahnya dan mentaati perintah suaminya, maka ia dijemput di akhirat supaya masuk Syurga mengikut pintunya mana yang ia suka (mengikut pilihannya).”
(Hadis Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani)

Mari semak diri sendiri ;)

Secara ringkasnya, wanita hebat itu:

1. Melaksanakan solat 5 waktu.
2. Berpuasa di bulan Ramadan.
3. Menjaga kehormatan.
4. Taat pada suami.

Buat yang belum berkahwin, pasti yang ke-4 tidak applicable. Dan untuk mencapai yang ke-4 itu, sudah sempurnakah ciri-ciri yang pertama, ke-2 dan ke-3?

Dan dalam situasi sekarang, saya ingin menekankan kepada ciri yang ke-3.

Terjagakah kehormatan kita, andai aurat yang perlu dijaga didedahkan sewenang-wenangnya?

Terjagakah kehormatan kita, andai kita dengan mudahnya menyentuh bukan mahram kita?

Terjagakah kehormatan kita, andai kita masih lagi melayan SMS/YM/Gtalk mereka yang tidak halal buat kita tanpa ada perkara penting sebagaimana yang digariskan oleh syariat?

Penutup

Marilah kita sama-sama bermuhasabah dan mengkoreksi diri ;)





~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~

Friday, October 29, 2010

Menggeletar~

"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya."
[3:92]

Hampir sahaja tafsir Al-Quran terlepas daripada tangan saya tatkala mata saya membaca kata-kata di atas. Menggeletar, perasaan jadi tidak menentu. Jantung berdebar kencang, bagaikan bertemu dengan sesuatu yang mengejutkan. Lantas, saya menghantar SMS dengan beberapa sahabat yang saya percayai tentang perkara ini dan sekaligus saya bertanya, adakah masa ini juga boleh diinfaqkan?

Ternyata jawapan daripada mereka menambahkan lagi rasa takut dan cemas yang sememangnya sudah beraja di hati ketika itu. Salah seorang sahabat membalas,

"Masa yang paling kita sayang dan perlu, itulah yang dikatakan sebagai harta yang paling berharga. Lebih-lebih lagi sebagai seorang pelajar. Bukannya dah selesai segala kerja event, settle hal akademik and then ada masa lebih baru hendak pergi usrah, daurah dan program. Kena bijak balance out sebab prioritinya sama."

Seorang lagi sahabat membalas,

"Harta paling berharga bagi seorang pelajar adalah masa."

Dush! Dush!

Jawapan mereka menambahkan lagi rasa yang sememangnya sudah menumbuk-numbuk wajah saya ketika itu. Saya terus juga melakukan tugas melipat kain dalam keadaan jiwa yang kurang tenteram dengan jawapan tadi.

"Erm.. my dear.. I tak bolehlah attend daurah. I kena siapkan my assignments..."

"Alamak, I terlupalah ada usrah pagi tadi. Erm, sorry ye~"

"Opps, program dua malam? Erm, I ada project kena siapkan. Lagipun, I kena contact vendor yang supplied beberapa stuff untuk event ni.."

"Ala.. I tak biasalah tidur dalam khemah. Tak nak pergi mukhayyam boleh?"

Kebijaksanaan dalam mengatur prioriti hidup ternyata sangat penting. Bukan mudah mahu mengatur masa dengan bijak, dan bukan susah untuk menjadi seorang yang hidupnya tiada keutamaan terutamanya dari segi masa.

Bila mana kita menjejakkan kaki ke medan ini, sudah pasti kita tahu yang usrah, daurah dan program itu akan sentiasa berdampingan dengan hidup kita. There are part of our life. Mereka perlukan masa kita, selain tenaga dan juga harta.

"I nak beli kamera. Tak dapatlah nak infaq untuk perkara ni. Next time ya...Lagipun, I dah lama  teringin nak dapatkan kamera ni. Even yang ni nak bayar bulan-bulan pun dah buat I semput."

"Alamak, tak dapatlah nak tolong. I nak kena bayar asrama, belanja makan lagi."

"Oh, I dah janji dengan my friends nak pergi travel hujung bulan ni. Next month I try untuk infaq la ye..."

Perbualan di atas mungkin dapat kita sedari dengan mudah kerana melibatkan sesuatu yang boleh dilihat dengan mata kasar. Tetapi masa?

Ternyata ayat ke 92 dari Surah Ali-Imran itu membawa kesan yang sangat mendalam. Dan pastinya, sudah menjadi satu kewajipan bagi kita untuk menyusun keutamaan dan prioriti agar hidup ini tidak menjadi umpama yang dikejar tak dapat, yang dikendong berciciran...

"Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran."
[103:1-3]


Penutup

Apa agak-agaknya pengajaran untuk entry kali ini? =D

Masa itu adalah harta juga. Bukannya mahu menekankan bila mana kita sudah memberikan masa, tidak perlu untuk kita menafkahkan harta dan tenaga. Hakikatnya, mereka adalah sama. Kedudukan mereka adalah pada level yang sama. Mungkin sedikit berbeza, mengikut individu dan keadaan semasa.

Bagi pelajar, harta paling berharga baginya adalah masa selain harta dan tenaga. Mungkin setelah bekerja dan berkeluarga, harta pula yang paling berharga selain masa dan tenaga. Apabila sudah tua, mungkin tenaga itu sudah jadi harta yang paling berharga selain masa dan harta.

Oleh itu, marilah sama-sama kita berusaha menjadi insan yang bijak menyusun masa =)

Paling penting,

AKADEMIK = DAKWAH



~berdoa dan terus mengharapkan redha Illahi...~